Keberpihakan Bupati Terhadap UMKM dinilai Provinsi Jawa Tengah

Dilihat : 6661 Kali, Updated: 25 06 2014 08:32:55
Keberpihakan Bupati Terhadap UMKM dinilai Provinsi Jawa Tengah

Keberpihakan Bupati Banyumas terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Senin (23/6) kemarin di nilai oleh Tim Provinsi Jawa Tengah, Tim yang beranggotakan 5 orang terdiri dari Warsono, SH, MM dari UNDIP, Dra Harun Muharam SE, MM, Bening Dwiono, Ir. Yuniar Widodo dan Joko Purwanto dari Dinperindag Provinsi Jawa Tengah dipimpin oleh Warsono, SH. MM sebelumnya melakukan kunjungan ke berbagai kegiatan UMKM di Banyumas antara lain di Koperasi Nira Satria Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok, Sentra Batik di Desa Papringan Kecamatan Banyumas, Pusat pembuatan Nopia Desa Kalisube Kecamatan Banyumas dan di Sentra Produk UKM Pratistha Harsa untuk selanjutnya menuju Ruang Salon Rumah Dinas Bupati untuk diterima oleh Bupati Banyumas dan mendapatkan penjelasan dari Bupati Achmad Husein melalui paparan.

 

Mengawali sambutan dan paparan Bupati Achmad Husein mengatakan keperpihakan dirinya terhadap UMKM bukan pura-pura tapi benar-benar berpihak apa adanya karena UMKM adalah roh perekonomian masyarakat dimana dari 1,7 juta jiwa penduduk Banyumas 50% adalah bergerak pada UMKM dan salah satu upaya untuk menekan kemiskinan dan pengangguran adalah dengan mengembangkan UMKM seluas-luasnya dan sebesar besarnya

 

Husein juga memaparkan tentang berbagai upaya yang telah dijalaninya untuk mengembangkan UMKM di Kabupaten Banyumas antara lain ditetapkannya beberapa aturan , MoU dengan berbagai pihak seperti dengan perbankan, perguruan tinggi baik negeri maupunn swasta seperti dengan Unsoed Purwokerto, UGM dan lainnya, serta dengan  Balai Kerajinan Yogyakarta, Kementerian Perdagangan dalam rangka mengembangkan dan memberdayakan UMKM di Banyumas bahkan dirinya telah menetapkan untuk pakaian Pegawai di Banyumas Rabu s/d Sabtu menggunakan batik yang tadinya hanya Kamis s./d sabtu.

 

Husein menambahkan, upaya untuk memajukan UMKM di Banyumas juga ditempuh melalui pelatihan, pembinaan, promosi dan mengikuti dan menyelenggarakan berbagai event untuk memotivasi para pelaku UMK untuk terus berkembang.

seperti dalam kegiatan promosi, pemkab telah menyusun buku produk unggulan UMK yang disebarkan keseluruh Indonesia melalu website pemkab, pemberian buku Produk UMKM unggulan dalam setiap dinas ke luar kota, dan setiap menerima kunjungan study banding dari Kabupaten lain.

 

Disisi lain untuk menumbukan dan mengembangkan  UMKM juga terus digalakkan, diantaranya melalui 1000 siswa membatik yang diselenggarakan di SMA Sokaraja, Night Batik Carnival, berbagai pameran produk UMKM di wilayah Kabupaten Banyumas, mengikuti  pameran di berbagai event baik tingkat Jawa Tengah maupun Nasional, menampilkan berbagai kegiatan pemerintahan dan  bahkan Kabupaten Banyumas ditunjuk sebagai tuan rumah pameran Produk Dalam Negeri 2014 Tingkat Nasional karena pesatnya perkembangan UMKM di Banyumas.

 

Husein juga menjelaskan, keseriusannya untuk mengembangkan UMKM di Banyumas dirinya menetapkan Blok A Pratistha Harsa yang semula akan digunakan untuk disewakan kepada pihak ketiga digunakan untuk pusat Produk UKM Kabupaten Banyumas dimana semua produk UKM ada di tempat tersebut dan menjual dengan harga sama dengan di tempat produksi, dan para pelaku UMKM tidak dipungut biaya apapun karena tenaga yang menjual dan biaya listrik dan lainnya ditanggung pemkab selama 6 bulan selanjutnya akan dibahas kemudian.

 

Disisi lain dalam pengembangan gula kristal dirinya juga sudah bekerja sama dengan Unsoed Purweokerto, dan dengan riset di Jakarta untuk menemukan ramuan agar nira bisa tahan 24 jam sehingga penderes tidak pagi dan sore mengambil nira untuk mengurangi resiko kecelakaan penderes.

 

Husein juga menjelaskan, untuk mengurangi penderes dirinya menerapkan program kelapa genjah enthok yang pendek sehingga tidak perlu dipanjat dan akan diadakan melalui APBD sebanyak 500.000 buah yang pada saatnya nanti untuk mengganti kelapa yang ada ada sekarang yang tinggi-tinggi.

 

Husein Menambahkan, upaya untuk membuat sentra UMKM juga sudah mulai tumbuh di berbagai kecamatan satu diantaranya adalah munculnya Pusat Produk Kerajinan di Sokaraja dan diberbagai kecamatan lainnya.

 

Sementara ketua Tim Provinsi Jawa Tengah Warsono, SH, MM mengatakan, Pengembangan UMKM di Banyumas sangat baik dan menggembirakan setelah dirinya dengan tim melihat langsung berbagai kegiatan UMKM di Kabupaten Banyumas.

Keberpihakan Bupati terhadap UMKM juga sudah sangat bagus berbagai trobosan trobosan telah dilaklukan bahkan keperpihakan dalam anggaran dalam APBD juga sudah menunjukan komitmen pemkab untuk mengembangkan UMKM sangat serius.

Warsono berharap, agar upaya yang telah dilakukan terus ditingkatkan dan dikembangkan karena UMKM adalah kewajiban kita semua siapapun pimpinannya karena kita akan menghadapi Perdagangan aisa tahun 2015. (Humas Pemkab Banyumas)

Komentar