Banyumas Segera Miliki Gedung Pusat Thalassemia Terbesar di Indonesia

Dilihat : 9627 Kali, Updated: Jumat, 26 Juni 2015
Banyumas Segera Miliki Gedung Pusat Thalassemia Terbesar di Indonesia

Kabupaten Banyumas segera akan memiliki Gedung Pusat Thalasemia terbesar di Indonesia, peletakan batu pertama pembangunan gedung dilakukan oleh Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di komplek Rumah Sakit Daerah (RSUD) Banyumas, Kamis (25/6) pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung pusat thalasemia.

Direktur RSUD Banyumas dr. Iswanto melaporkan, pembangunan gedung pusat thalasemia menghabiskan dana 6,36 milyar yang berasal dari APBD Provisi Jawa Tengah sebesar Rp. 6 milyar dan dari RSUD Banyumas Rp. 360 juta dan akan selesai pertengahan Desember 2015 dikerjakan oleh PT Kratau Indah melalui proses lelang di ULP Kabupaten Banyumas.

Latar belakang pembangunan gedung karena RSUD Banyumas menjadi rujukan para penderita thalassemia dari Kabupaten sekitar dan saat ini gedung tidak mampu menampung pasien sehingga Pemkab Banyumas mengajukan permohonan ke Provinsi Jawa Tengah.

"Kami memberanikan diri menghadap Gubenur dan menyampaikan permohonan anggaran untuk pembangunan pusat gedung thalasemia dan ditindaklanjuti oleh pak Gubenur dengan melihat langsung ke RSUD Banyumas selanjutnya kami diberi anggaran untuk membangun gedung baru yang dapat melayani 60 pasien perhari yang semula hanya 17 pasien perhari " jelasnya.

Iswanto meambahkan RSUD Banyumas saat ini membutuhkan gedung rawat jalan serta tidak memiliki muka yang berhadapan dengan jalan raya akan tetapi tanahnya sudah habis sehingga perlu adanya pembelian tanah baru untuk perluasan .

"Pak Gubenur dan pak Bupati Pasien RSUD Banyumas setiap hari bertambah dari 415 tempat tidur yang dimiliki tidak mencukupi dan belum memiliki gedung rawat jalan sehingga diperlukan perluasan, kalau diijinkan desebelah timur rumah sakit ada tanah milik provinsi untuk dijadikan bangunan muka dan gedung Rawat Jalan" pintanya.

Bupati Achmad Husein dalam sambutannya mengatakan, perhatian Gubenur Ganjar Pranowo ke Kabupaten Banyumas sangatlah besar sehingga kita harus banyak berterima kasih satu diantaranya pembangunan pusat gedung thalasemia yang sebagaian besar dibiayai dari anggaran Provinsi Jawa Tengah dan merupakan terbesar di Indonesia.

Menrutunya sangatlah beralasan karena saat ini RSUD Banyumas tidak hanya melayani pasien dari Kabupaten Banyumas tetapi juga dari kabupaten di sekitar Banyumas " saya paham betul karena selaku ketua Thalasemia Banyumas betapa dibutuhkannya gedung yang representatif ini dan yakin akan membuat para penderita thalasemia lebih bersemangat" imbuhnya.

Gubenur Jateng dalam sambutannya mengatakan, penderita thalasemia semakin hari semakin banyak atau mulai pada ketahuan dan latar belakang pembangunan karena Banyumas menjadi rujukan tidak hanya penderita dari Kabupaten Banyumas tetapi juga kabupaten lain.

Menyinggung tentang permintaaan direktur Rumah sakit Ganjar mengatakan, Pemerintah Provinsi membolehkan untuk menggunakan tanah provinsi untuk pembangunan gedung tampak muka dan rawat jalan asal RSUD Banyumas menunjukan prestasi yang baik.

" Nanti kalau minta tanah pemprov boleh dan akan dibangunkan muka rumah sakit kalau pelayanannya baik dan menjadi nomor 1, pokoknya kalau itu untuk kepentingan masyarakat dan merupakan tugas pemerintah gampang" imbuhnya.

Gubernur berharap RSUD Banyumas menjadi contoh dalam pengelolaan dan pelayanan dan dapat menjadi yang terbaik sehingga begitu pasien datang akan terkesan dan langsung mari (sembuh) jangan sebaliknya pelayanannya jelek dan kotor nanti kalaunpasien datang malah mati (meninggal).

(Humas Setda Kab. Banyumas)

Komentar