Bupati Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

Dilihat : 5639 Kali, Updated: Jumat, 02 Juni 2017
Bupati Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

PURWOKERTO : Bupati Banyumas Achmad Husein menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Banyumas, Kamis, (1/6) kemarin di Alun-alun Purwokerto. Peserta upacara terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, ASN, Korpri, Organisasi Pemuda, pelajar, pramuka dan organisasi kemasyarakatan (ormas) termasuk puluhan santri. Dideretan tamu undangan terlihat Forkompinda, Anggota DPRD dan tamu undangan lainya.

Sebagai komandan upacara, Mayor Inf Saeroji Pasilat Rem 071 Wijaya Kusuma, setelah laporan dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan, dengan menggunakan mobil Hartop warna merah.

Upacara dilanjutkan dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh ASN dari Satuan Polisi Pamong Praja diiringi Korsik Ajenrem 071/Wk, kemudian pembacaan Teks Pancasila oleh Bupati dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara dan Pembacaan Pembukaan UUD 1945.

Bupati Banyumas selaku Inpektur upacara, saat membacakan Pidato Presiden Indonesia, Joko Widodo menekankan Bangsa Indonesia baik TNI, Polri, ASN dan masyarakat sipil harus tetap menjunjung tinggi komitmen untuk senantiasa mempertahankan ideologi Pancasila. Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang diawali dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, yang tertuang dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan dirumuskan secara final dalam Pembukaan UUD 45 tanggal 18 Agustus 1945.

“Pahlawan Proklamator kita Ir Soekarno bersama para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara sebagai Founding Father Pancasila yang adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia telah berjuang untuk mencetuskan poin-poin yang tertuang dalam ideologi Pancasila tersebut. Sebagai generasi penerus kemerdekaan, kita harus mampu menjaga keutuhan ideologi Pancasila,” ujar Bupati Husein saat membacakan sambutan Presiden Jokowi.

"Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah kemajemukan. Takdir kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, adalah pluralisme. Kita terdiri dari berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan, dan berbagai golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah KEBHINEKA TUNGGAL IKA an kita," tandas Bupati.

Sekarang ini saja sambung Bupati, perkembangan informasi yang serba cepat dan luas, banyak dijadikan media bagi oknum-oknum perusak bangsa untuk menghancurkan dan mengolok-olok ideologi Pancasila.

Untuk itu Presiden Joko Widodo melalui sambutan pidatonya mengingatkan bangsa Indonesia agar berhati-hati terhadap penyebaran isu-isu kebohongan (hoax) yang dapat merusak moral bangsa tertutama dalam merusak persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini telah tercipta dengan baik.

“Saya mengajak peran akfif para Ulama, Ustadz, Pendeta, Pastor, Bhiksu, Pelaku Media, Jajaran Birokrasi, TNI, Polri serta seluruh masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan,” ajak Husein dihadapan para peserta upacara.

Bangsa Indonesia harus tetap waspada terhadap segala jenis pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan idiologi Pancasila. Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap organisasi dan gerakan yang Anti Pancasila, Anti UUD 1945, Anti NKRI, Anti Bhineka Tunggal Ika karena hal tersebut sangat ditentang di Indonesia.

“Mari bersama saling membantu untuk kepentingan bangsa. Selamat Hari Lahir Pancasila. Kita Indonesia, Semua Anda Indonesia, Semua Anda Pancasila, Saya Indonesia, Saya Pancasila,” tutup Husein mengakhiri sambutan Presiden RI.

Komentar