Gubernur Pantau Harga Sembako di Pasar Wage Purwokerto

Dilihat : 7570 Kali, Updated: Jumat, 26 Juni 2015
Gubernur Pantau Harga Sembako di Pasar Wage Purwokerto

Purwokerto - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Bupati Banyumas Achmad Husein, Wakil Bupati Budhi Setiawan dan sejumlah pejabat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Wage Purwokerto Kamis (25/6)

Guna mengetahui pasokan dan perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat yang dijual di pasar terbesar di Kabupaten Banyumas itu, Gubenur melakukan dialog dengan sejumlah pedagang.

Usai melakukan inspeksi, dihadapan wartawan Gubernur Ganjar mengaku telah memantau beberapa pasar di Jawa Tengah. Menurutnya dari pantauan tersebut, diketahui bahwa harga kebutuhan pokok masyarakat yang paling melonjak adalah telur dan daging ayam potong.

Harga telur ayam di Pasar Wage sebelum bulan Ramadhan hanya sebesar Rp 18.000 per kilogram dan sekarang naik menjadi Rp 22.000/kg, sedangkan harga daging ayam potong saat normal hanya Rp 28.000/kg sekarang menjadi Rp 32.000/kg. Menurut dia, kenaikan harga telur dan daging ayam potong terjadi karena adanya peningkatan konsumsi.

"Kalau kita lihat cabai dan beberapa sayuran malah relatif turun semuanya. Kenaikan harga cabai kemarin, sifatnya hanya sesaat," katanya.

Gubenur melanjutkan bahwa kondisi tersebut juga terjadi di beberapa tempat termasuk Semarang, menurutnya secara umum, harga kebutuhan pokok masyarakat di Jawa Tengah relatif stabil meskipun telur dan daging ayam mengalami kenaikan yang cukup menonjol. “Selain itu pasokan kebutuhan pokok masyarakat di beberapa daerah hingga Kamis masih dalam posisi aman termasuk cadangan kita untuk persiapan Lebaran, aman," tegasnya.

Saat melakukan kunjungan kepada pedagang kecil, Gubernur menerima banyak keluhan dari para pedagang di Pasar Wage, salah satunya masalah modal. Terkait hal itu, Gubernur mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk permodalan bagi pedagang kecil dan pada APBD Perubahan, sebagian sudah disiapkan untuk Kabupaten Banyumas.

"Kalau itu pedagang kecil biasanya pinjamnya enggak banyak-banyak, cuma satu jutaan, bisa difasilitasi tanpa menggunakan agunan, tentu sangat baik sekali," katanya.

(Humas Pemkab Banyumas)

Komentar