Fudji Wong Serahkan Merek Mendoan Ke Bupati

Dilihat : 9177 Kali, Updated: Kamis, 19 November 2015
Fudji Wong Serahkan Merek Mendoan Ke Bupati

Polemik merek mendoan yang selama ini mengusik perasaan masyarakat Banyumas berakhir dengan diserahkanya sertifikat “Merek Mendoan” dari Fudji Wong kepada Bupati Banyumas, Achmad Husain. Penyerahan dilakukan di Ruang Djoko Kahiman Komplek Pendopo Sipanji Banyumas Rabu kemarin (18/11) sekitar pukul 13.38 WIB.

Bupati Banyumas, Achmad Husain mengatakan setelah Fudji Wong bertemu dengan dirinya dan menyerahkan sertifikat pendaftaran merek mendoan ini, pihaknya melalui bagian hukum akan segera berkonsultasi dengan Ditjen KI Kemenkum HAM.

"Habis ini bagian hukum secara resmi akan berkonsultasi dengan Dirjen KI, untuk langkah pengamanan dan langkah yang harus dilakukan Pemkab" kata Bupati.

Bupati juga berencana untuk mendaftarkan semua makan-makanan khas Banyumas untuk di patenkan. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah melindungi dan mengamankan hak kekayaan intelektual masyarakat Banyumas.

"Kita sedang buat daftar-daftar makanan khas Banyumas, termasuk kesenian Banyumas seperti lengger, supaya tidak ada perorangan yang akan mematenkan" jelas Bupati.

Sementara itu Fuji Wong yang hadir ke Pemkab bertemu Bupati dengan didampingi putranya Faran Chevinego mengatakan, secara hukum dengan diserahkan Hak Merk Mendoan ke Pemkab, akan memudahkan Bupati yang mewakili masyarakat Banyumas untuk mengurus Hak Merk tersebut" kata Fudji Wong

Fudji Wong melanjutkan dirinya sangat bangga ketika media dapat mengangkat merek mendoan ini ke publik, dengan begitu dapat menambah pengetahuan ke masyarakat pentingnya menjaga merek. Meski niat awal dirinya hanya menjaga merek mendoan agar tidak diambil oleh negara lain.

"Seperti hak cipta tempe ini kenapa bisa dimiliki negara lain seperti Jepang, katanya kita yang punya tempe kok bisa sampe dimiliki Jepang, apa karena iseng-iseng belajar di Indonesia. Sekarang ada perusahaan-perusahaan tempe harus dihapus, kenapa?? Karena sudah jelas-jelas disurati Jepang untuk bayar royalti," ujar dia yang makan mendoan bareng Bupati Banyumas.

Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di Banyumas dirinya memang mempunyai inisiatif untuk menjaga mendoan sebelum diakui oleh negara lain. Maka dia mendaftarkan merek mendoan ini. Namun dia belum pernah menggunakan merek ini untuk berdagang.

"Saya sebagai putra daerah, saya punya inisiatif untuk mengambil alih merek ini. Toh dari awal sampai sekarang tidak pernah (mendoan) saya gunakan. Pokoknya saya hari ini sangat bersyukur bisa bertemu bupati. Bisa makan mendoan bareng, dan mendoan aman dipegang oleh Pemkab Banyumas," ucap Fudji dengan ramah.

Komentar