Bupati Buka Seminar Pencegahan Kanker Payudara dan Kanker Cerviks

Dilihat : 3465 Kali, Updated: Kamis, 20 April 2017
Bupati Buka Seminar Pencegahan Kanker Payudara dan Kanker Cerviks

Bupati Banyumas Achmad Husein membuka seminar pencegahan kanker payudara dan kanker cervisk dalam rangka menyongsong peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas bersama Rumah Sakit Ananda, Kamis (20/4) di Pendopo Sipanji Purwokerto. Kegiatan diikuti oleh sekitar 300 ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita.

Dalam sambutanya, Bupati Banyumas menyampaikan bahwa deteksi dini penyakit kanker, baik kanker serviks maupun kanker payudara, mutlak diperlukan. Dengan banyaknya kasus kematian yang diakibatkan oleh kanker tersebut.

Menurut Bupati alasan utama tingginya dan meningkatnya kanker, karena kurang taunya informasi tentang penyakit tersebut dan juga rasa takut terhadap penyakit kanker. Bupati juga member apresiasi kepada dr Toni S Muditay SpOG yang telah memprakarsai seminar ini.

“Dengan seminar ini, diharapkan ibu-bu menambah wawasan dengan tujuan agar mengetahui gejala-gejala awal serta tidak takut melakukan pemeriksaan dini. Setelah mengetahui, tolong nanti pada pertemuan yang didapat disebarkan kepada anggota lain, agar penyakit kanker dapat dicegah,” kata Bupati.

Direktur Rumah Sakit Ananda dr Widyanto mengajak dalam memperingati Hari Kartini ke 138, semua dapat mengenang perjuangan Kartini dalam mengangkat derajat kaum perempuan. Untuk itu dia mengajak kartini kartini sekarang ikut peduli terhadap ibu-ibu yang meninggal disaat usia muda.

“Mari bersama kita selamatkan wanita dari kanker payudara dan kanker serviks, karena sesungguhnya penyakit kanker, dapat dicegah,” kata dr Widy

Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, Ny Ernawati Sulistianingsih Achmad Husein, mengajak kepada peserta agar menjadi pejuang-pejuang wanita yang dapat menyelamatkan wanita lain terbebas dari kaker serviks dan kanker payudara.

“Para perempuan harus sadar pentingnya menjaga kesehatan payudara dan serviks, dengan cara mencegah melului pemeriksaan payudara sendiri (sadari) maupun melalui pemeriksaan payudara klinis (sadanis),” katanya.

Menurut Erna Husein, metode tersebut akan memberikan banyak keuntungan yaitu pemeriksaan sederhana, mudah, murah, cepat dan sensitifitas yang cukup baik.

Pada seminar ini menghadirkan narasumber dr Ibnu Ahyar, SpOG, dr Linda SpPK, dr Dian Tunjung Sp Rad dengan moderator dr Setya Dian Kartika SpOG. (Humas Kabupaten Banyumas)

Komentar